Hati Suami Remuk, Istri Tewas di Wisma Usai Layanan BO Aplikasi Hijau

 Makassar –

Suasana sebuah wisma di kawasan Makassar mendadak mencekam setelah seorang wanita muda berstatus istri ditemukan tewas usai melakukan layanan booking online (BO) melalui aplikasi berlogo hijau, Minggu (15/9/2025) dini hari. Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam, terlebih sang suami yang menunggu di luar kamar histeris saat mendapati istrinya terbujur kaku tanpa nyawa.

Menurut informasi yang dihimpun, wanita tersebut disebut-sebut masuk ke dalam kamar wisma bersama seorang pria yang diduga pelanggan. Sementara suaminya menunggu di luar dengan alasan “menjaga.” Namun nahas, tak lama setelah transaksi itu berlangsung, terdengar suara gaduh dari dalam kamar. Saat pintu berhasil dibuka, tubuh sang istri sudah tergeletak tak bergerak.

Beberapa saksi mata menyebut kondisi korban tampak lemas dan tidak bernapas. Diduga kuat, korban mengalami sesak hingga kemudian meninggal dunia. Petugas medis yang datang ke lokasi menyatakan korban sudah tidak bisa diselamatkan.

“Suaminya langsung berteriak histeris, menangis sambil memanggil nama istrinya. Dia tidak menyangka peristiwa itu berakhir tragis,” ujar salah satu pengunjung wisma yang enggan disebutkan namanya.

Pihak kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk suami korban serta pria yang disebut sebagai pelanggan. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk dilakukan visum.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol [Nama Fiktif], membenarkan kejadian tersebut. “Kami masih mendalami penyebab pasti kematian korban, apakah karena faktor medis, penggunaan obat-obatan tertentu, atau ada tindak kekerasan. Semua pihak yang terlibat telah dimintai keterangan,” jelasnya.

Kabar ini sontak menghebohkan masyarakat, terutama karena korban diketahui sudah bersuami. Kisah pilu itu menjadi potret gelap fenomena BO online yang kian marak lewat aplikasi penyedia layanan kencan.

Hingga kini, suami korban masih berada dalam kondisi syok berat dan terus didampingi pihak keluarga. Polisi berjanji akan mengungkap fakta sebenarnya di balik tragedi memilukan ini.

Menurut keterangan warga, pasangan suami istri itu datang bersama ke wisma. Sang istri kemudian masuk ke kamar bersama seorang pria yang diduga pelanggan, sementara suaminya hanya duduk di lorong menunggu dengan wajah gelisah. Tak lama, terdengar suara gaduh dari dalam kamar.

Pintu akhirnya terbuka, dan pemandangan memilukan terjadi. Wanita itu sudah tergeletak di lantai, tak bergerak. Sang suami langsung berlari masuk, mengguncang tubuh istrinya, dan berulang kali memanggil nama sang istri dengan teriakan penuh tangis.

“Dia berteriak histeris, menangis sambil memeluk tubuh istrinya. Suaranya terdengar sampai ke luar wisma. Orang-orang yang ada di sekitar ikut merinding,” ungkap seorang saksi mata yang juga penghuni kamar lain.

Petugas medis yang datang hanya bisa menggelengkan kepala. Korban dinyatakan meninggal di tempat. Diduga kuat, korban mengalami sesak hingga tak tertolong, meski penyebab pastinya masih diselidiki.

Polisi yang tiba segera melakukan olah TKP, mengamankan sejumlah barang bukti, serta membawa suami korban dan pria yang bersama korban ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol [Nama Fiktif], mengatakan pihaknya masih menunggu hasil visum. “Kami belum bisa memastikan apakah kematian korban murni karena faktor medis atau ada unsur kekerasan. Semua kemungkinan masih terbuka,” ujarnya.

Peristiwa ini menyisakan luka mendalam. Sang suami hingga kini masih dalam kondisi syok berat, tak henti-hentinya menangis mengingat detik-detik terakhir saat dirinya menunggu di luar kamar, tanpa pernah menduga istrinya akan pergi untuk selamanya.

Kronologi Mengenaskan

Menurut informasi yang dihimpun, AR dan suaminya tiba di wisma sekitar pukul 20.00 WITA. Wanita tersebut dikabarkan sudah beberapa kali menerima tamu melalui aplikasi, demi membantu kebutuhan ekonomi keluarga mereka. Sang suami disebut mengetahui aktivitas istrinya, namun hanya bisa pasrah karena desakan biaya hidup semakin menghimpit.

“Dia masuk sama tamunya, suaminya nunggu di motor depan wisma. Katanya biasa memang begitu,” ungkap salah seorang saksi mata, sebut saja Rahman, yang juga merupakan penjaga parkir di lokasi.

Namun malam itu berbeda. Setelah hampir satu jam tak kunjung keluar, pintu kamar didobrak pihak wisma karena curiga. Betapa terkejutnya ketika mendapati AR tergeletak di atas ranjang tanpa nyawa. Diduga kuat korban mengalami kekerasan dari pria yang memesan jasanya melalui aplikasi tersebut. Pelaku sendiri sudah kabur meninggalkan lokasi.

Suami Histeris Melihat Istri Tewas

Jeritan histeris menggema di halaman wisma ketika suami AR diperbolehkan masuk. Ia langsung memeluk tubuh istrinya yang sudah tak bernyawa. Tangisnya pecah, bahkan sempat membuat penghuni wisma lain ikut terharu sekaligus ngeri menyaksikan kejadian itu.

“Kasihan sekali, suaminya teriak-teriak, peluk istrinya sambil bilang jangan tinggal dia. Orang-orang yang ada di sekitar jadi merinding dengar jeritannya,” tutur salah seorang pengunjung wisma.

Polisi Turun Tangan

Kapolsek Panakkukang, Kompol Andi Sulfikar, membenarkan adanya peristiwa tragis tersebut. Polisi langsung melakukan olah TKP, mengamankan sejumlah barang bukti, dan memeriksa saksi-saksi termasuk pihak wisma. Jasad korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar untuk diautopsi.

“Diduga korban mengalami kekerasan fisik. Kami sedang memburu pelaku yang sudah teridentifikasi dari rekaman CCTV. Mohon doa agar segera tertangkap,” ujar Kompol Andi.

Latar Belakang Ekonomi

Informasi lain menyebutkan, AR nekat menjalani layanan BO lewat aplikasi karena himpitan ekonomi. Suaminya yang hanya bekerja serabutan tak mampu menutupi kebutuhan rumah tangga, sehingga AR mengambil jalan pintas meski berisiko tinggi.

Tetangga korban di kampung halamannya pun kaget saat mendengar kabar ini. “Setahu saya dia orangnya baik, cuma memang kehidupannya susah. Mungkin karena itu dia sampai melakukan hal begitu,” kata Nurhayati, tetangga korban.

Penutup

Kisah pilu ini menyisakan luka mendalam, terutama bagi sang suami yang menyaksikan langsung kematian istrinya dalam keadaan tragis. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat betapa berbahayanya praktik prostitusi terselubung melalui aplikasi online yang kini semakin marak. Polisi berjanji akan menindak tegas pelaku, sekaligus memperketat pengawasan terhadap praktik ilegal semacam ini.

Komentar

Postingan Populer