Kecelakaan Tragis di Medan Amplas, Pengendara Motor Tewas Terlindas Bus Pinem

 Medan –

Sebuah kecelakaan maut terjadi di kawasan Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (14/9/2025) siang. Seorang pengendara sepeda motor tewas seketika setelah terlindas bus Antar Lintas Sumatera (ALS) Pinem yang melintas dari arah Terminal Amplas menuju pusat kota. Peristiwa ini sontak mengundang perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang tengah melintas di jalur padat tersebut.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, korban yang diketahui berjenis kelamin pria itu awalnya melaju dengan sepeda motor matic berplat BK menuju arah Jalan Sisingamangaraja. Namun saat hendak menyalip kendaraan di depannya, korban diduga hilang keseimbangan dan terpeleset ke sisi kanan jalan. Naas, dari arah belakang melaju kencang Bus Pinem trayek Medan–Jakarta yang tidak sempat menghindar.

“Motornya oleng, jatuh ke kanan, pas bus datang. Korban langsung terlindas ban belakang bus,” ujar Junaidi, salah seorang saksi mata yang sehari-hari berdagang di sekitar lokasi kejadian.

Korban tewas di tempat dengan luka parah di bagian kepala dan tubuh. Warga sekitar berusaha menolong, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Jenazah kemudian dievakuasi petugas kepolisian dari Polsek Medan Amplas ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk proses lebih lanjut.

Sementara itu, sopir bus beserta kendaraannya langsung diamankan polisi. “Kami sudah membawa sopir dan bus ke kantor untuk dimintai keterangan. Dugaan sementara korban terjatuh saat hendak menyalip, lalu terlindas. Namun penyelidikan masih berlangsung,” kata Kanit Lantas Polsek Medan Amplas, Iptu Sahrul.

Akibat kecelakaan ini, arus lalu lintas di sekitar Terminal Amplas sempat macet hingga lebih dari 2 kilometer. Polisi bersama Dishub turun ke lapangan untuk mengurai kemacetan, sementara petugas Unit Laka Lantas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kecelakaan di kawasan Medan Amplas bukan kali pertama terjadi. Jalan Sisingamangaraja yang menjadi jalur utama lintasan bus antarprovinsi memang dikenal padat, terutama pada jam-jam sibuk. Banyaknya kendaraan besar seperti bus dan truk membuat pengendara roda dua harus ekstra hati-hati saat melintas.

“Bagi pengendara motor, jangan memaksa menyalip kendaraan besar di jalur sempit. Karena sekali jatuh, risikonya sangat fatal,” imbuh Iptu Sahrul mengingatkan.

Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap korban belum diumumkan pihak kepolisian karena masih menunggu kedatangan keluarga. Namun kabar duka ini sudah menyebar luas di media sosial, memicu keprihatinan warganet yang menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Medan.

Komentar

Postingan Populer