20 Tahun Menyamar! Polisi Gadungan Widadi Dibongkar, Tipu CPNS hingga Bawa Lari Istri Orang
Bekasi Jawa Barat–
Aksi licik seorang pria bernama Widadi (45) akhirnya terbongkar setelah 20 tahun lamanya ia menyamar sebagai anggota polisi. Selama dua dekade, ia berhasil memperdaya banyak orang dengan seragam, pangkat, dan sikap layaknya aparat penegak hukum. Lebih mengejutkan lagi, selain menipu warga dengan janji meloloskan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Widadi juga dilaporkan membawa lari istri orang.Terungkap Setelah 20 Tahun Menipu
Kasus ini terbongkar setelah salah satu korban melaporkan kejanggalan terkait permintaan uang puluhan juta rupiah yang diminta Widadi dengan dalih sebagai "uang pelicin" agar anak korban bisa lulus seleksi CPNS. Korban mulai curiga karena proses penerimaan tidak pernah jelas, sementara uang sudah habis diserahkan.
Saat aparat kepolisian menyelidiki, fakta mengejutkan pun terungkap: Widadi ternyata bukan anggota polisi sama sekali. Identitas dan nomor registrasi kepolisian yang selama ini dipamerkannya ternyata palsu. Bahkan, seragam yang dikenakannya dibeli sendiri dari penjahit, lengkap dengan atribut tiruan.
“Pelaku sudah bertahun-tahun menyamar sebagai polisi. Ia mengaku berpangkat komisaris, padahal kenyataannya hanyalah warga biasa. Aksinya baru terbongkar setelah ada korban yang melapor,” ujar Kapolres Bekasi Jawa Barat, Senin (16/9/2025).
Modus Menjanjikan CPNS
Berdasarkan keterangan polisi, modus utama Widadi adalah memanfaatkan impian masyarakat yang ingin bekerja sebagai pegawai negeri. Ia mengaku memiliki "jalur khusus" untuk meluluskan siapa saja dalam tes CPNS. Dengan bermodal seragam dan pembawaan tegas, banyak warga yang tertipu.
“Setiap korban diminta membayar antara Rp50 juta hingga Rp150 juta. Korban percaya karena pelaku selalu tampil meyakinkan dengan seragam dan kartu identitas palsu,” ungkap penyidik.
Diduga ratusan juta rupiah sudah berhasil ia kumpulkan dari berbagai korban di wilayah Bekasi Jawa Barat
Skandal Asmara: Bawa Lari Istri Orang
Tak hanya menipu soal CPNS, Widadi juga diduga terlibat dalam kasus perselingkuhan. Ia dikabarkan membawa lari istri orang yang juga menjadi salah satu korbannya. Wanita tersebut sebelumnya kerap dimintai bantuan oleh Widadi dalam urusan administrasi. Hubungan keduanya lama-kelamaan menimbulkan kecurigaan hingga akhirnya terbongkar.
Suami sah korban yang merasa dirugikan melapor ke polisi. “Bukan hanya ditipu soal uang, istri saya juga diajak kabur oleh pelaku. Saya merasa sangat dipermalukan,” ungkapnya dengan nada emosi.
Warga Resah, Polisi Pastikan Tindak Tegas
Kasus ini sontak menimbulkan kegemparan di masyarakat. Banyak warga yang merasa malu dan marah karena selama ini menghormati Widadi sebagai sosok polisi. “Kami sering lihat dia pakai seragam, hadir di acara kampung, bahkan memberi arahan soal keamanan. Ternyata semuanya palsu,” kata seorang warga.
Polisi memastikan akan menindak tegas pelaku. Widadi dijerat dengan pasal penipuan, pemalsuan identitas, hingga perzinahan. Ancaman hukuman maksimal mencapai 15 tahun penjara.
“Kami imbau masyarakat agar lebih waspada. Jangan mudah percaya pada pihak yang mengaku bisa meluluskan CPNS atau menjanjikan sesuatu dengan imbalan uang. Semua proses rekrutmen PNS murni dan transparan,” tegas Kapolres.
Penutup
Kasus Widadi menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar tidak gampang percaya pada tampilan luar dan janji manis seseorang, terlebih yang menyangkut nasib masa depan. Selama 20 tahun ia berhasil menipu banyak orang, namun akhirnya topeng kepalsuan itu runtuh juga. Kini, sang polisi gadungan harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di hadapan hukum.
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)


Komentar
Posting Komentar