Aksi Bejat Oknum Ustaz Terbongkar, Kepergok Mesum dengan Perempuan di Mobil

 Simeulue –

Malam di Kabupaten Simeulue, Aceh, mendadak ricuh setelah warga sebuah desa menggerebek seorang oknum pimpinan pesantren berinisial M. Sosok yang selama ini disegani sebagai tokoh agama itu tertangkap basah sedang berduaan dengan seorang perempuan dalam sebuah mobil yang terparkir di tempat sepi. Dugaan perbuatan mesum pun tak terelakkan, memicu kemarahan dan kekecewaan warga setempat.

Peristiwa memalukan itu terjadi pada Sabtu (14/9/2025) sekitar pukul 23.30 WIB. Warga yang curiga melihat sebuah mobil berhenti lama di area gelap dekat kebun kelapa akhirnya mendekat. Saat diperiksa, ternyata di dalam kendaraan ada sang pimpinan pesantren bersama seorang perempuan muda.

“Awalnya kami kira mobil itu mogok. Tapi setelah diperhatikan, lampunya mati dan pintunya terkunci dari dalam. Warga semakin curiga, akhirnya langsung digedor. Begitu pintu terbuka, kami kaget bukan main,” ungkap seorang warga yang ikut menggerebek.

Suasana sontak memanas. Beberapa pemuda berteriak marah, sementara sebagian warga perempuan menangis tak percaya melihat ulah sosok yang selama ini dipanggil ustaz dan panutan para santri. Massa yang terbakar emosi sempat hendak main hakim sendiri, namun tokoh masyarakat segera menenangkan agar situasi tidak lepas kendali.

Mobil yang terparkir di area gelap dekat kebun kelapa membuat warga curiga. Begitu diperiksa, ternyata M sedang berduaan dengan seorang perempuan muda. Saat pintu mobil dibuka paksa, warga pun dibuat syok.

“Bukan mogok, tapi ternyata ada adegan memalukan. Itu ustaz kami,” ujar seorang warga dengan nada geram.

Kerumunan massa sontak pecah. Ada yang berteriak, ada pula yang hendak melampiaskan amarah dengan kekerasan. Namun, tokoh masyarakat berusaha menenangkan agar peristiwa tak berubah jadi amuk massa.

Oknum ustaz tersebut kemudian digiring ke meunasah sebelum akhirnya dijemput polisi. Kapolres Simeulue, membenarkan penangkapan itu. “Benar, keduanya sudah kita amankan di Polres untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya.

Kasus ini langsung jadi perbincangan hangat. Banyak warga merasa dikhianati oleh sosok yang selama ini berdiri di mimbar ceramah dan menasihati tentang akhlak. “Sangat memalukan! Kami tidak bisa menerima. Jangan ada yang ditutup-tutupi, hukum harus ditegakkan,” kata seorang tokoh pemuda dengan nada keras.

Kini, polisi masih mendalami kasus tersebut. Sementara pesantren tempat M memimpin memilih bungkam, sementara para wali santri mendesak adanya klarifikasi.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi masyarakat Simeulue: sosok yang seharusnya jadi teladan malah tercoreng karena dugaan perbuatan mesum di balik mobil tengah malam.

Oknum pimpinan pesantren itu bersama perempuan yang menemaninya lalu dibawa ke meunasah desa untuk diamankan sementara. Di sana, puluhan warga masih melontarkan cacian dan desakan agar kasus ini diusut tuntas. “Ini aib besar, mencoreng nama pesantren dan agama. Kalau terbukti, jangan ada ampun. Hukum harus ditegakkan,” ujar seorang tokoh adat dengan suara lantang.

Tak lama kemudian, aparat kepolisian Polres Simeulue datang mengevakuasi keduanya. Kapolres Simeulue, AKBP [nama pejabat], membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Benar, seorang pimpinan pesantren diamankan warga. Saat ini sudah kita amankan di Polres untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kami minta masyarakat tetap tenang dan percayakan proses hukum kepada pihak berwenang,” tegasnya.

Kasus ini menimbulkan guncangan besar di tengah masyarakat. Sosok M selama ini dikenal kharismatik, sering berceramah tentang moral, bahkan membimbing ratusan santri di pesantren yang ia pimpin. Namun kini, citranya runtuh hanya dalam satu malam akibat dugaan perbuatan tidak senonoh yang membuat nama pesantren tercoreng.

Sejumlah ulama di Simeulue menyatakan rasa kecewa mendalam. Mereka menilai perbuatan yang dituduhkan tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengkhianati amanah umat. “Kalau benar, ini pengkhianatan moral. Bagaimana mungkin seorang pimpinan pesantren yang seharusnya jadi teladan justru terjerumus dalam perbuatan hina seperti ini,” tutur seorang ulama senior setempat.

Polisi masih mendalami hubungan antara M dan perempuan yang bersamanya malam itu. Keterangan awal menyebutkan, keduanya mengaku hanya “beristirahat” di dalam mobil. Namun, warga yang menggerebek menyatakan melihat adegan yang dianggap tak pantas.

Sementara itu, pihak keluarga dan pengurus pesantren memilih bungkam. Pesantren tempat M memimpin juga mulai menjadi sorotan publik. Para wali santri mendesak klarifikasi dan langkah tegas, karena khawatir reputasi lembaga pendidikan Islam itu hancur akibat ulah oknum.

Kasus ini kini menjadi buah bibir masyarakat Simeulue. Warga berharap pihak kepolisian bertindak transparan dan tegas, agar tidak ada kesan kasus tersebut ditutup-tutupi. “Kami tidak mau nama Simeulue tercoreng gara-gara satu orang. Semua orang sama di mata hukum,” tegas salah seorang tokoh pemuda.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan masih berlangsung di Polres Simeulue. Publik menunggu kelanjutan kasus yang menyedot perhatian luas ini, sekaligus menjadi pengingat bahwa jabatan dan status sosial tidak bisa menjadi tameng atas perbuatan yang mencoreng moral dan agama.

Komentar

Postingan Populer