ANBK 2025: MIS Nurul Siti Aisyah Ishak Kedai Durian Mantapkan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Kedai Durian,
25 September 2025 – Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nurul Siti Aisyah Ishak Kedai Durian kembali menorehkan catatan penting dalam perjalanan pendidikannya dengan sukses melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yaitu pada 24–25 September 2025, berjalan lancar, tertib, dan penuh semangat dari seluruh unsur yang terlibat.ANBK merupakan program nasional dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang bertujuan untuk memetakan mutu pendidikan secara menyeluruh. Berbeda dengan ujian sekolah, ANBK tidak ditujukan untuk mengukur prestasi individu, melainkan menilai kompetensi literasi membaca, numerasi, serta melakukan survei karakter dan lingkungan belajar. Data ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah maupun pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Di MIS Nurul Siti Aisyah Ishak Kedai Durian, pelaksanaan ANBK tahun 2025 diikuti oleh siswa kelas V sebagai sampel utama dan beberapa peserta cadangan sesuai ketentuan. Kegiatan berlangsung di ruang laboratorium komputer madrasah yang telah dipersiapkan dengan optimal.
Selama dua hari, para siswa mengikuti asesmen dalam suasana yang kondusif. Panitia memastikan ruangan tertata rapi, perangkat komputer siap digunakan, serta jaringan internet stabil. Kehadiran guru pendamping dan panitia teknis turut memberikan rasa nyaman bagi peserta didik, sehingga mereka dapat berkonsentrasi penuh dalam mengerjakan soal.
Kepala MIS Nurul Siti Aisyah Ishak Kedai Durian dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya kegiatan ini. “Alhamdulillah, pelaksanaan ANBK tahun ini dapat berjalan dengan baik. Para siswa mengikuti asesmen dengan penuh semangat dan disiplin. Hal ini tidak terlepas dari kerja keras guru, proktor, teknisi, serta dukungan orang tua. Semoga hasil asesmen ini bisa menjadi pijakan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di madrasah kita tercinta,” ujarnya dengan penuh harap.
Antusiasme siswa terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Mereka hadir lebih awal, mempersiapkan diri dengan tertib, dan menjalani asesmen dengan wajah penuh semangat. Guru-guru turut memberikan dorongan moral agar siswa tidak merasa terbebani.
Guru pendamping, Arindi, S.Pd.I, memberikan apresiasi atas usaha keras siswa. “Sejak awal kami mengingatkan anak-anak agar percaya diri dan tetap tenang saat menghadapi asesmen. Kami senang melihat mereka mengikuti setiap sesi dengan sungguh-sungguh. ANBK ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga pengalaman berharga untuk melatih mental dan kesiapan mereka menghadapi tantangan di masa depan,” tuturnya.
Aspek teknis menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan ANBK. Perangkat komputer, jaringan internet, serta sistem cadangan telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya. Panitia juga melakukan simulasi agar setiap perangkat berfungsi optimal.
Proktor ANBK, Ibu Fauziah, S.E., menyampaikan bahwa kesiapan teknis adalah kunci kelancaran kegiatan. “Kami memastikan seluruh perangkat dalam kondisi baik sebelum ANBK dimulai. Alhamdulillah, semua berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kerja sama antara tim teknis, proktor, serta dukungan penuh madrasah sangat membantu. Ini menjadi bukti bahwa MIS Nurul Siti Aisyah Ishak Kedai Durian siap menghadapi perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan,” jelasnya.
Peran Orang Tua dan Dukungan Lingkungan
Keberhasilan ANBK juga tidak lepas dari peran orang tua. Mereka berperan aktif dalam mempersiapkan anak-anak, mulai dari menjaga kesehatan, memastikan kedisiplinan waktu, hingga memberikan semangat moral. Lingkungan sekolah yang kondusif turut membantu siswa menjalani asesmen dengan penuh percaya diri.
Dengan selesainya ANBK 2025, MIS Nurul Siti Aisyah Ishak Kedai Durian berharap dapat memetik banyak pelajaran dan pengalaman. Hasil asesmen akan menjadi acuan penting bagi pihak madrasah dalam menyusun strategi peningkatan mutu pendidikan, baik dari segi kurikulum, metode pembelajaran, maupun penguatan karakter siswa.
Kepala madrasah menutup dengan harapan, “Kami ingin menjadikan ANBK sebagai sarana introspeksi dan perbaikan berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berakhlak mulia, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.”




Komentar
Posting Komentar