Bus Kecelakaan Maut di Lereng Bromo, 8 Orang Dilaporkan Tewas, Puluhan Luka-Luka

 Probolinggo, Jawa Timur –

Sebuah kecelakaan maut kembali terjadi di jalur wisata menuju Gunung Bromo, Jawa Timur. Sebuah bus pariwisata yang membawa rombongan wisatawan dilaporkan mengalami kecelakaan di kawasan lereng Bromo pada Minggu (14/9/2025) sore. Insiden tragis ini menewaskan sedikitnya 8 orang, sementara puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan kondisi beragam.

Menurut informasi yang dihimpun, bus nahas tersebut berangkat dari arah Probolinggo menuju kawasan wisata Gunung Bromo. Saat melintasi jalur menanjak dan berliku di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura, bus diduga mengalami masalah pada sistem rem. Sopir yang panik mencoba mengendalikan kendaraan, namun laju bus justru makin tak terkendali hingga akhirnya terguling dan menabrak tebing di sisi jalan.

Sejumlah saksi mata menyebutkan, teriakan histeris terdengar dari dalam bus ketika kendaraan besar itu melaju kencang menuruni tanjakan. Beberapa penumpang bahkan sempat terpental keluar saat bus terguling. "Tadi bus itu melaju kencang sekali, seperti remnya blong. Tiba-tiba oleng dan langsung menabrak tebing, banyak orang berteriak," ungkap Suyono, warga sekitar lokasi kejadian.

Petugas kepolisian bersama tim SAR, TNI, dan relawan segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi berlangsung dramatis mengingat medan di sekitar lokasi cukup curam dan jalan sempit. Para korban yang meninggal dunia langsung dibawa ke RSUD dr. Mohamad Saleh Probolinggo, sementara korban luka berat maupun ringan masih dalam perawatan intensif.

Kapolres Probolinggo, AKBP Dedi Santoso, membenarkan adanya kecelakaan maut tersebut. "Data sementara, delapan korban meninggal dunia dan lebih dari 20 penumpang luka-luka. Kami masih melakukan pendataan dan evakuasi, serta memastikan identitas para korban," ujarnya kepada awak media.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal, rem blong menjadi faktor utama, namun kondisi jalan yang licin akibat hujan juga disebut memperparah situasi.

Tragedi ini sontak menyisakan duka mendalam, baik bagi keluarga korban maupun masyarakat. Jalur menuju Bromo yang seharusnya menjadi pintu menuju destinasi wisata populer kini berubah menjadi saksi bisu tragedi yang memilukan.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengimbau masyarakat, khususnya para pengemudi kendaraan wisata, untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur rawan di kawasan pegunungan. "Kami sangat berduka atas kejadian ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap armada wisata," kata Bupati Probolinggo, Hj. Puput Tantriana.

Sementara itu, beberapa keluarga korban yang datang ke rumah sakit terlihat tak kuasa menahan tangis ketika melihat jasad kerabat mereka. Suasana haru dan histeris mewarnai ruang jenazah. "Kami tidak menyangka perjalanan wisata keluarga berakhir duka seperti ini," ujar salah satu keluarga korban dengan suara terbata-bata.

Kecelakaan di jalur wisata Bromo bukanlah yang pertama kali terjadi. Dengan medan yang curam, berliku, dan rawan longsor, jalur ini memang kerap menelan korban jika pengemudi tak ekstra waspada atau kendaraan tak dalam kondisi prima. Tragedi kali ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak agar keselamatan penumpang menjadi prioritas utama.

Komentar

Postingan Populer