Daftar Bank yang Diguyur Rp200 Triliun oleh Menkeu Purbaya
Jakarta –
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya resmi mengumumkan kucuran dana jumbo senilai Rp200 triliun untuk memperkuat permodalan perbankan nasional. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah ketidakpastian global.Dana segar tersebut disalurkan melalui skema penempatan dana pemerintah di perbankan serta penambahan modal negara, dengan tujuan mendorong likuiditas sekaligus memperkuat ekspansi kredit ke sektor riil.
“Rp200 triliun ini kami alokasikan agar bank-bank nasional tetap mampu menjaga fungsi intermediasi, terutama untuk pembiayaan UMKM, industri, hingga proyek strategis pemerintah,” ujar Menkeu Purbaya dalam konferensi pers, Minggu (14/9/2025).
Daftar Bank Penerima
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Keuangan, berikut sejumlah bank yang akan menerima suntikan dana:
1. Bank Mandiri – dialokasikan Rp50 triliun untuk memperkuat pembiayaan sektor infrastruktur dan korporasi.
2. Bank Rakyat Indonesia (BRI) – mendapatkan Rp45 triliun dengan fokus pada pembiayaan UMKM dan pertanian.
3. Bank Negara Indonesia (BNI) – diguyur Rp40 triliun untuk mendukung ekspor dan industri manufaktur.
4. Bank Tabungan Negara (BTN) – memperoleh Rp25 triliun untuk mendukung pembiayaan perumahan rakyat.
5. Bank Syariah Indonesia (BSI) – menerima Rp20 triliun untuk mendorong pembiayaan syariah, terutama sektor halal dan haji/umrah.
Sejumlah bank pembangunan daerah (BPD) – total Rp20 triliun dialokasikan ke BPD Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan guna memperkuat ekonomi daerah.
Dorongan Pemulihan Ekonomi
Kemenkeu menegaskan, dana ini bukan hanya untuk memperkuat neraca bank, tetapi juga untuk mempercepat penyaluran kredit produktif. Dengan tambahan likuiditas, diharapkan pertumbuhan kredit perbankan bisa menembus dua digit pada akhir 2025.
Pengamat perbankan menilai langkah ini penting, mengingat volatilitas global masih membayangi. “Pemerintah ingin memastikan dunia usaha tidak kekurangan akses pembiayaan. Kalau kredit lancar, ekonomi bisa tumbuh lebih kuat,” kata Ekonom CORE Indonesia.
Dengan gelontoran dana Rp200 triliun ini, pemerintah berharap sektor perbankan tetap menjadi jangkar stabilitas sekaligus motor pertumbuhan ekonomi nasional.
.jpeg)



Komentar
Posting Komentar