EMIS Madrasah Juara: Juara Bikin Repot Operator, Juara Bikin Kopi Ludes

Adegan

cafe kita kita . Operator madrasah lagi kumpul sambil bawa laptop dan segelas kopi.

Pak Husen: (panik)

“Waduh, Pak Topik! Baru aja saya mau tidur, tiba-tiba grup WA rame. Katanya update EMIS harus selesai malam ini juga!”

Pak Topik: (lemes sambil ngaduk kopi)

“Lho, kemarin kan dibilangnya minggu depan, Pak. Kok sekarang jadi malam ini? Jangan-jangan admin EMIS ini kerjanya pake kalender imajinasi.”

Pak Rahmat: (geleng-geleng sambil buka laptop)

“Saya baru masukin data siswa, eh ditolak sistem. Katanya NIK nggak valid. Padahal ini anak saya sendiri. Mau saya videoin aja biar percaya? ‘Halo, ini beneran anak saya, bukan titipan tetangga!’”

Pak Topik: (ketawa setengah stres)

“Iya Pak, saya juga gitu. Data anak saya ditolak, padahal fotonya ada di dompet saya. Kalau gini terus, jangan-jangan EMIS lebih kenal anak saya daripada saya sendiri.”

Pak Husen: (sambil mangap)

“Kemarin malah ada yang deadline maju. Diumumin jam 10 malam, harus selesai jam 4 pagi. Lah, saya kira operator disuruh jadi peserta sahur on the road.”

Pak Rahmat: (sarkas)

“Enaknya sih, kalau data error gini, kita bikin lomba aja. Namanya: Operator Madrasah Tahan Banting. Hadiahnya kuota internet seumur hidup sama voucher kopi literan.”

Pak Topik: (angkat tangan kayak orasi)

“Setuju! Biar jelas, kategori lombanya ada tiga:

Operator tercepat input 100 siswa tanpa salah koma.

Operator paling sabar hadapi sistem error berkali-kali.

Operator yang masih bisa senyum meski listrik mati pas upload data.”

Pak Topik: (ngakak sambil tepuk meja)

“Hahaha! Kalau gitu kita semua juara umum, Bu! EMIS Madrasah Juara, juara bikin orang nggak tidur, juara bikin kopi habis sekampung!”


Komentar

Postingan Populer