Plat BL Disorot di Sumut, Mualem: Jangan Sampai Sakiti Hati Orang Aceh

 Banda Aceh –

Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, angkat bicara soal tindakan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang beberapa waktu lalu melakukan razia kendaraan berpelat BL (Aceh) di wilayah Langkat, Sumatera Utara.

Menanggapi fenomena tersebut, Mualem terlihat santai. Ia menilai, persoalan pelat kendaraan bukan sesuatu yang perlu diperdebatkan secara berlebihan. “Kalau gatal, ya kita garuk. Jadi jangan ribut-ribut. Kita lihat dulu apa masalah sebenarnya,” ujar Mualem kepada wartawan, Senin (30/9).

Mualem menambahkan, masyarakat Aceh selama ini sudah terbiasa keluar masuk Sumatera Utara, baik untuk berdagang, bekerja, maupun urusan keluarga. Karena itu, ia berharap kebijakan razia tersebut tidak menimbulkan kesalahpahaman antara kedua daerah yang bertetangga.

“Hubungan Aceh dengan Sumut ini sudah lama terjalin. Banyak orang Aceh merantau ke Medan, begitu juga sebaliknya. Jangan sampai ada tindakan yang bisa melukai perasaan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, pelat nomor kendaraan hanyalah identitas administratif yang berlaku nasional, sehingga semua warga negara berhak melintas bebas di jalan raya sepanjang dokumen dan kelengkapan kendaraan sesuai aturan.

“Kalau soal aturan, ya kita ikuti aturan negara. Tapi jangan sampai menimbulkan kesan seolah-olah ada diskriminasi terhadap orang Aceh. Kita ingin semua tenang, semua nyaman,” tambah Mualem.

Sementara itu, dari pihak Pemprov Sumatera Utara, Gubernur Bobby Nasution sebelumnya menjelaskan bahwa razia dilakukan untuk menertibkan kendaraan yang tidak memiliki dokumen sah, terutama yang diduga terkait dengan pajak atau penggunaan pelat di luar domisili. Namun, ia menegaskan tidak ada maksud untuk mendiskriminasi warga Aceh.

Pernyataan Mualem yang tenang namun tegas ini disambut positif oleh sejumlah tokoh masyarakat. Mereka menilai, sikap bijak tersebut mampu meredam potensi gesekan antara Aceh dan Sumatera Utara.

“Pernyataan Mualem itu menyejukkan. Kita berharap semua pihak menahan diri dan fokus pada solusi, bukan memperkeruh keadaan,” ujar salah seorang akademisi dari Universitas Syiah Kuala.

Kini, masyarakat menunggu tindak lanjut dari kedua belah pihak, agar razia kendaraan tidak menimbulkan ketegangan baru dan hubungan baik Aceh-Sumut tetap terjaga.

Komentar

Postingan Populer