Pondok Modern Darussalam Gontor Gelar Jambore Pramuka Muslim Internasional Pertama, Meriahkan Satu Abad Pesantren
IKPM SUMUT –
Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menorehkan sejarah baru dengan menyelenggarakan Jambore Pramuka Muslim Internasional pertama di dunia, bertepatan dengan peringatan satu abad berdirinya pesantren yang berdiri sejak 1926.Acara yang dipusatkan di bumi perkemahan Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, diikuti ribuan pramuka santri dari seluruh Indonesia serta delegasi pramuka Muslim dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Brunei Darussalam, Mesir, Turki, Arab Saudi, hingga Maroko.
Mengusung tema “Bersatu dalam Ukhuwah, Berkarya untuk Peradaban”, jambore ini menghadirkan serangkaian kegiatan seperti apel akbar, pioneering, survival islami, pentas seni budaya, serta forum kepemimpinan global. Puncaknya ditandai dengan defile kontingen internasional dan doa bersama untuk kejayaan umat Islam.
Menteri Agama RI yang hadir dalam acara pembukaan menyebut jambore ini sebagai bukti nyata bahwa pesantren berperan dalam membangun peradaban dunia. “Pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga melahirkan generasi pemimpin dunia,” ujarnya.
Pimpinan PMDG, KH Hasan Abdullah Sahal, menegaskan bahwa jambore ini akan menjadi warisan berharga bagi generasi muda Muslim. “Seratus tahun Gontor bukan akhir, melainkan awal babak baru pengabdian pesantren untuk umat dan dunia,” katanya.
IKM SUMUT –
Sebuah momen bersejarah kembali tercipta di tanah air. Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), pesantren legendaris yang telah berdiri sejak 1926, sukses menggelar Jambore Pramuka Muslim Internasional pertama di dunia. Acara megah ini menjadi salah satu rangkaian peringatan satu abad berdirinya Gontor, yang tahun ini genap berusia 100 tahun.Jambore yang digelar di bumi perkemahan Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, tersebut diikuti ribuan peserta dari dalam dan luar negeri. Tidak hanya pramuka santri, hadir pula delegasi dari berbagai negara mayoritas Muslim seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Mesir, Turki, Arab Saudi, hingga Maroko. Kehadiran mereka menegaskan posisi Gontor sebagai salah satu pusat pendidikan Islam modern yang berwawasan global.
Ajang Silaturahmi dan Persaudaraan Dunia Islam
Ketua Panitia Jambore, Ustaz Hasan Abdullah Sahal, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perkemahan biasa. “Jambore ini adalah wadah persaudaraan. Di sini para pramuka Muslim dari seluruh dunia bisa bertukar pengalaman, nilai-nilai keislaman, dan semangat kepemimpinan yang universal,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Dengan mengusung tema “Bersatu dalam Ukhuwah, Berkarya untuk Peradaban”, jambore ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Muslim yang tangguh, disiplin, serta memiliki wawasan internasional.
Rangkaian Kegiatan Spektakuler
Berbagai agenda digelar selama jambore, mulai dari apel akbar, lomba pioneering, survival islami, pentas seni budaya antarbangsa, hingga seminar kepemimpinan global. Tidak ketinggalan pula kajian tafsir kebangsaan dan forum diskusi tentang peran pramuka Muslim dalam menjawab tantangan zaman.
Puncak acara ditandai dengan defile kontingen internasional yang menampilkan keunikan budaya masing-masing negara. Suasana kian khidmat ketika ribuan peserta mengumandangkan doa bersama untuk kejayaan Islam dan kemanusiaan.
Dukungan Pemerintah dan Tokoh Dunia
Acara monumental ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah Indonesia. Menteri Agama RI dalam sambutannya menyebut jambore ini sebagai bukti bahwa pesantren mampu melahirkan inovasi global. “Inilah bukti nyata bahwa pesantren bukan hanya pusat tafaqquh fiddin, tetapi juga benteng peradaban dunia,” ujarnya.
Selain itu, sejumlah tokoh internasional turut hadir, termasuk perwakilan Organisasi Konferensi Islam (OKI). Mereka menilai jambore ini sebagai langkah konkret dalam mempererat hubungan generasi muda Muslim lintas negara.
Sejarah Baru Dunia Kepramukaan
Pramuka di lingkungan Gontor memang bukan hal asing. Sejak awal berdiri, Gontor telah menjadikan pramuka sebagai bagian integral dari pendidikan santri. Dengan diadakannya jambore Muslim internasional pertama ini, Gontor tidak hanya mencetak sejarah bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia kepramukaan global.
“Ini baru pertama kali dalam sejarah, jambore pramuka bertaraf internasional khusus umat Muslim diselenggarakan. Dan itu lahir dari pesantren di Indonesia. Dunia harus tahu bahwa pesantren bisa memimpin peradaban,” tegas Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Prof. Amal Fathullah Zarkasyi.
Menutup Satu Abad, Membuka Abad Baru
Jambore pramuka Muslim internasional ini menjadi simbol bahwa usia 100 tahun bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru perjalanan Gontor. Dengan spirit ukhuwah Islamiyah dan kepemimpinan, Gontor berharap mampu terus berkontribusi bagi kemajuan umat.
“Seratus tahun Gontor adalah seratus tahun pengabdian. Kini kita membuka abad kedua dengan semangat baru: membangun peradaban Islam yang maju, damai, dan bermartabat,” tutup pimpinan pondok dalam doa bersama di akhir kegiatan.
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)


Komentar
Posting Komentar