Sri Mulyani Resmi Undur Diri dari Jabatan Menteri Keuangan: “Saya Pamit, Jangan Lelah Cintai Indonesia
Jakarta, 9 September 2025 –
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jajaran kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam upacara perpisahan yang penuh haru di lingkungan Kementerian Keuangan, Selasa pagi.
Dengan mata berkaca-kaca, Sri Mulyani mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan dan masyarakat Indonesia. “Saya pamit undur diri. Terima kasih atas dukungan dan kerja sama selama ini. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” ucapnya di hadapan para pegawai dan pejabat kementerian.
Pemberhentian Mendadak, Dampak Langsung ke Pasar.
Langkah pengunduran diri ini terjadi hanya beberapa jam setelah informasi reshuffle kabinet diumumkan. Sumber-sumber menyebutkan bahwa Sri Mulyani hanya diberi waktu sekitar satu jam sebelum keputusan pemecatan disampaikan secara resmi.
Kepergian tokoh yang dikenal sebagai penjaga disiplin fiskal ini segera memicu reaksi negatif di pasar keuangan. Nilai tukar rupiah melemah lebih dari 1%, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam hingga hampir 2% sebelum Bank Indonesia turun tangan dengan intervensi.
Pengganti dan Arah Kebijakan Baru
Sri Mulyani digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa, ekonom yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Purbaya dikenal sebagai pendukung kebijakan fiskal ekspansif, selaras dengan visi ekonomi pemerintahan Prabowo yang menargetkan pertumbuhan tinggi melalui program-program besar seperti makan gratis dan peningkatan infrastruktur.
Dalam pernyataan perdananya, Purbaya mengakui tantangan yang dihadapi. “Ini bukan pekerjaan yang mudah, tapi saya yakin dengan kerja sama semua pihak, kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 7–8%,” ujarnya.
Warisan Sri Mulyani: Stabilitas dan Integritas
Sri Mulyani menjabat sebagai Menteri Keuangan dalam dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo, sebelum kembali dipercaya mengisi posisi yang sama di awal masa pemerintahan Presiden Prabowo. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia berhasil menjaga defisit fiskal tetap rendah, mempertahankan peringkat utang layak investasi, serta meningkatkan transparansi dan digitalisasi sistem keuangan negara.
Banyak pihak menilai pengunduran dirinya sebagai akhir dari era stabilitas fiskal, dan memunculkan kekhawatiran terhadap arah kebijakan ekonomi ke depan.
Penutup
Pengunduran diri Sri Mulyani menandai perubahan besar dalam lanskap kebijakan ekonomi nasional. Meski keputusan ini mengejutkan banyak pihak, ia tetap menyampaikan pesan damai dan semangat untuk Indonesia.
“Saya percaya, Kementerian Keuangan adalah rumah bagi insan-insan terbaik bangsa. Tolong jaga integritas, profesionalisme, dan semangat melayani rakyat. Kita boleh berpisah, tapi cinta kita untuk negeri ini tak boleh pernah padam,” tutupnya.
.jpeg)


Komentar
Posting Komentar