Tangisan Ibu Pecah di Jalan Raya, Pelajar SMP di Gresik Tewas Terlindas Truk Saat Diantar ke Sekolah

 Gresik –

Kecelakaan tragis terjadi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (17/9/2025) pagi. Seorang pelajar SMP berinisial AR (13) meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarai ibunya terlibat kecelakaan dengan sebuah truk di Jalan Raya Desa Metatu, Kecamatan Benjeng.

Korban yang duduk di bangku belakang motor terjatuh dan langsung terlindas roda belakang truk. Sementara sang ibu, Sri Wahyuni (36), selamat namun mengalami luka ringan dan syok berat usai menyaksikan anaknya tewas di tempat.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi dari kepolisian dan saksi mata, peristiwa itu bermula sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, korban diantar ibunya menggunakan sepeda motor matic menuju sekolah yang berjarak sekitar 4 kilometer dari rumah.

Setibanya di Jalan Raya Metatu yang cukup padat kendaraan pada jam berangkat kerja dan sekolah, ibu korban mencoba mendahului truk bermuatan material bangunan dari sisi kiri. Namun, karena jalan sempit dan licin akibat gerimis, motor korban bersenggolan dengan bodi truk.

Akibat benturan tersebut, korban AR terjatuh ke arah kanan tepat di bawah kolong truk. Nahas, roda belakang truk melindas tubuh korban hingga meninggal dunia seketika.

“Ibunya selamat karena masih bisa menahan motor, tapi anaknya jatuh duluan ke kanan. Truknya tidak sempat mengerem,” ujar Suyono, warga sekitar yang menjadi saksi.

Reaksi Warga dan Penanganan Polisi

Kejadian ini sontak membuat arus lalu lintas macet. Warga yang berada di lokasi berusaha mengevakuasi korban, namun nyawa pelajar SMP itu tak bisa tertolong. Jenazahnya kemudian dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik.

Polisi dari Satlantas Polres Gresik langsung mendatangi TKP, mengamankan sopir truk, serta melakukan olah tempat kejadian perkara. Sopir truk, berinisial H (45), warga Lamongan, kini masih dimintai keterangan.

“Kami sudah mengamankan sopir truk untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kendaraan juga telah dibawa ke unit laka lantas. Dugaan sementara, pengendara motor tidak menjaga jarak aman saat mencoba mendahului truk,” jelas Kanit Laka Satlantas Polres Gresik, Iptu Rahmat Hidayat.

Tangisan Sang Ibu

Suasana haru menyelimuti rumah duka korban di Kecamatan Benjeng. Sang ibu tak henti-hentinya menangis histeris karena merasa bersalah atas kejadian yang merenggut nyawa anak semata wayangnya.

“Kami semua kaget. Pagi masih pamit mau sekolah, ternyata pulang sudah jadi jenazah,” kata salah satu tetangga.

Imbauan Polisi

Kepolisian mengimbau para orang tua agar lebih berhati-hati ketika mengantar anak ke sekolah, terutama di jalan raya yang ramai dengan kendaraan besar.

“Jangan nekat mendahului truk dari sisi kiri. Pastikan jaga jarak aman dan selalu utamakan keselamatan,” tegas Iptu Rahmat.

Penutup

Peristiwa ini menjadi pelajaran pahit sekaligus peringatan keras bagi orang tua dan pelajar untuk lebih waspada di jalan raya. Rutinitas sederhana mengantar anak ke sekolah berakhir dengan duka mendalam yang menyisakan trauma mendalam bagi sang ibu dan keluarga besar korban.

Komentar

Postingan Populer