Terbongkar! Celana Dalam Pink Jadi Barang Bukti Aksi Mesum Guru SMK Batang
Batang –
Kasus memalukan kembali mencoreng dunia pendidikan. Seorang guru di salah satu SMK di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, ditangkap polisi setelah terungkap melakukan aksi bejat terhadap muridnya sendiri. Kasus ini terungkap setelah polisi menemukan barang bukti mengejutkan berupa celana dalam berwarna pink milik korban yang dijadikan saksi kunci perbuatan sang guru.Menurut keterangan pihak kepolisian, kasus bermula sejak awal tahun 2025. Pelaku yang berstatus sebagai guru mata pelajaran produktif, diduga mulai merayu korban yang masih duduk di bangku kelas XI. Rayuan itu disertai ancaman halus agar korban menuruti keinginannya. Jika menolak, korban diancam akan mendapat nilai buruk bahkan disebarkan aib pribadinya yang sudah diketahui pelaku.
Kapolres Batang menjelaskan, korban sempat berusaha menolak dan menghindar, namun bujuk rayu serta tekanan psikis dari pelaku membuatnya tidak berdaya. "Pelaku mendekati korban dengan modus memberikan perhatian lebih, bahkan menjanjikan bantuan kelulusan. Namun lama-kelamaan rayuan itu berubah menjadi paksaan," ungkap Kapolres.
Puncaknya, pelaku berhasil melancarkan aksi bejatnya di sebuah rumah kontrakan. Dari lokasi itu, polisi menemukan sejumlah barang bukti, salah satunya celana dalam pink milik korban yang dijadikan alat bukti utama. Barang tersebut disita bersama dengan ponsel pelaku yang berisi pesan rayuan serta ancaman terhadap korban.
Kasus ini baru terbongkar setelah korban memberanikan diri bercerita kepada orang tuanya. Keluarga yang tidak terima langsung melapor ke pihak berwajib. Polisi bergerak cepat, dan pelaku akhirnya diamankan di rumahnya tanpa perlawanan.
"Pelaku sudah kami tahan dan dijerat pasal perlindungan anak dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara," tambah pihak kepolisian.
Kabar ini sontak menggemparkan masyarakat Batang. Banyak orang tua siswa marah dan kecewa, mengingat seharusnya seorang guru menjadi teladan dan pelindung, bukan justru pemangsa. Pihak sekolah sendiri mengaku kecolongan dan berjanji akan memberi pendampingan penuh kepada korban sekaligus melakukan evaluasi ketat terhadap seluruh tenaga pendidik.
Sementara itu, korban kini mendapat pendampingan psikologis dari pihak kepolisian dan Dinas Sosial setempat. Harapannya, trauma yang dialami bisa perlahan pulih meski luka psikis akibat perbuatan guru bejat itu dipastikan tidak mudah hilang.
.jpeg)
.jpeg)


Komentar
Posting Komentar