Jual Tangki Gas untuk Lunasi Utang, Agen di Kebon Jeruk Meregang Nyawa Ditikam Kerabat

 Jakarta –

Warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat, digegerkan dengan peristiwa pembunuhan sadis yang menimpa seorang agen gas elpiji berinisial S (45). Korban ditemukan tewas dengan luka tikaman di tubuhnya, Selasa (1/10/2025) dini hari.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban diketahui menjual salah satu tangki gas milik agen untuk menutupi utang pribadinya. Aksi itu rupanya memicu konflik dengan rekan kerjanya, yang merasa dirugikan akibat kehilangan aset usaha.

“Korban diduga terlibat cekcok dengan pelaku terkait penjualan tangki gas. Pertengkaran semakin memanas hingga berujung perkelahian,” ujar Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Andi Prasetyo, kepada wartawan.

Dalam perkelahian tersebut, pelaku yang diketahui masih kerabat dekat korban, tiba-tiba menghunus senjata tajam dan menikam korban berkali-kali hingga roboh bersimbah darah. Warga yang mendengar keributan sempat mencoba melerai, namun korban sudah dalam keadaan kritis.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan membawa jasad korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk diautopsi.

Sementara itu, pelaku berinisial R (38) berhasil ditangkap beberapa jam setelah kejadian saat berusaha melarikan diri ke kawasan Kalideres. Dari tangan pelaku, polisi menyita sebilah pisau dapur yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban.

“Pelaku sudah kami amankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. Motif sementara adalah dendam akibat persoalan utang dan penjualan tangki gas,” tambah Kompol Andi.

Kasus ini kini ditangani Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam perselisihan bisnis tersebut.

Peristiwa tragis ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Sejumlah tetangga mengaku kaget karena korban dikenal ramah dan tidak pernah terlibat masalah besar sebelumnya.

“Orangnya baik, suka bantu tetangga. Nggak nyangka bisa meninggal dengan cara begitu,” kata Yati (52), salah satu warga sekitar.

Komentar

Postingan Populer