Momen Pilu Dina, Pegawai Minimarket yang Peluk dan Cium Kedua Adik Sebelum Tewas di Tangan Atasan

 Karawang, Jawa Barat — 11 Oktober 2025

Suasana duka menyelimuti rumah sederhana di Dusun Kiara, Desa Talunjaya, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang. Isak tangis keluarga pecah ketika jasad Dina Oktaviani (21), seorang pegawai minimarket, tiba di rumah duka. Dina ditemukan tewas tragis, diduga di tangan atasannya sendiri.

Kisah Dina menyentuh hati banyak orang. Gadis muda itu dikenal sebagai sosok yang penyayang dan pekerja keras. Ia merupakan tulang punggung keluarga sejak ayahnya meninggal dunia tiga tahun lalu. Sehari-hari, Dina bekerja di salah satu minimarket di wilayah Karawang demi menghidupi ibu dan dua adiknya yang masih sekolah.

Namun, tak ada yang menyangka pelukan dan ciuman Dina kepada kedua adiknya pada malam sebelumnya menjadi momen terakhir.

> “Malam itu Dina sempat pulang sebentar, terus peluk adik-adiknya sambil bilang, ‘kakak kerja dulu ya, belajar yang rajin.’ Kami pikir biasa saja, ternyata itu perpisahan terakhir,” tutur Nani (38), ibu korban, sambil berlinang air mata.

Menurut sang ibu, Dina sempat mengeluh tentang perlakuan atasannya yang kerap bersikap kasar di tempat kerja. Namun Dina memilih diam dan tetap bekerja demi keluarga.

> “Dia bilang nggak enak sama bosnya, suka marah-marah. Tapi Dina selalu sabar, katanya yang penting bisa bantu sekolahin adik-adiknya,” tambah sang ibu dengan suara bergetar.

Kabar duka itu dibenarkan oleh Kepala Desa Talunjaya, Kecamatan Banyusari, Maman Dulrohman, yang turut mendampingi keluarga.

> “Benar, korban adalah warga kami. Dina anak baik, sopan, rajin ibadah, dan menjadi kebanggaan keluarganya. Warga sangat kehilangan. Kami berharap pelaku segera dihukum seberat-beratnya,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (8/10/2025).

Sementara itu, Humas Polres Karawang mengonfirmasi pihaknya telah mengamankan seorang pria yang merupakan atasan korban di tempat kerjanya.

> “Betul, kami sudah mengamankan terduga pelaku berinisial R (28), yang merupakan atasan korban di minimarket tempat Dina bekerja. Saat ini pelaku tengah diperiksa intensif oleh penyidik untuk mengetahui motif dan kronologi kejadian,” ujar perwakilan Humas Polres Karawang dalam keterangan resmi.

Polisi masih mendalami dugaan pelecehan dan kekerasan fisik yang berujung pada kematian korban. Beberapa barang bukti telah diamankan, termasuk rekaman CCTV dari area sekitar tempat kejadian.

Kematian Dina meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Adik bungsunya yang masih duduk di bangku SD bahkan masih menanyakan kapan kakaknya pulang.

> “Adek masih nanya, ‘kak Dina mana, Ma?’ Saya cuma bisa nangis. Kakaknya nggak akan pulang lagi,” ujar ibunda korban, terisak.

Kini warga Karawang ramai mengungkapkan belasungkawa di media sosial, sembari menyerukan tagar #KeadilanUntukDina. Banyak yang berharap aparat penegak hukum bertindak tegas agar kasus serupa tidak terulang lagi.

Jenazah Dina dimakamkan sore hari di pemakaman umum Desa Talunjaya. Puluhan warga mengiringi kepergiannya dengan doa dan isak haru.

> “Dina mungkin sudah pergi, tapi semangat dan ketulusannya akan selalu kami kenang,” ucap Kepala Desa Maman menutup pernyataannya.

Komentar

Postingan Populer