Wanita Bogor Curhat ke Kades Gegara Tambang Ditutup: Suami Jadi Pengangguran
Bogor –
Suasana haru terlihat di sebuah kantor desa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Seorang wanita mendatangi kepala desa (Kades) sambil mengeluhkan nasib keluarganya usai tambang yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga resmi ditutup oleh aparat.Dalam video yang beredar, wanita itu dengan suara bergetar menyampaikan keresahannya. Ia mengaku, sejak penutupan tambang beberapa hari lalu, suaminya tidak lagi memiliki pekerjaan. Pendapatan keluarga yang biasanya didapat dari hasil kerja di tambang kini hilang seketika.
“Kalau tambang ditutup, suami saya kerja apa? Kami makan apa, Pak? Selama ini cuma dari situ (tambang) kami bisa bertahan hidup,” ucap wanita itu di hadapan Kades dengan nada penuh emosi"
Kepala desa yang mendengar langsung keluhan itu berusaha menenangkan. Ia menjelaskan bahwa penutupan dilakukan bukan tanpa alasan. Tambang di wilayah tersebut ditertibkan lantaran tidak memiliki izin resmi serta dinilai membahayakan keselamatan para pekerja maupun lingkungan sekitar.
“Ini bukan semata-mata untuk mematikan mata pencaharian warga, tapi kita juga harus melihat sisi legalitas dan faktor keselamatan. Pemerintah desa akan berkoordinasi dengan pihak kabupaten agar ada solusi lain untuk warga,” kata sang Kades.
Ia berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat ke pemerintah daerah, termasuk membuka jalan bagi program bantuan sosial atau alternatif pekerjaan agar warga tidak kehilangan mata pencaharian.
Fenomena tambang ilegal di Kabupaten Bogor memang sudah lama menjadi perhatian. Pemkab Bogor mencatat, ada puluhan titik tambang liar yang beroperasi tanpa izin. Aktivitas tersebut kerap menimbulkan dampak serius, mulai dari kerusakan lingkungan, banjir, hingga longsor.
Meski demikian, di sisi lain, tambang juga telah menjadi sumber nafkah utama ribuan kepala keluarga. Penertiban tambang sering kali menimbulkan dilema: menyelamatkan lingkungan atau membiarkan warga kehilangan penghasilan.
Keluhan wanita yang viral itu kini menjadi sorotan publik. Banyak warga menilai, pemerintah tidak boleh hanya menutup tambang tanpa menyediakan jalan keluar.
“Kalau ditutup, tolong kasih solusi. Jangan cuma larang-larang. Kami butuh makan tiap hari,” ujar salah satu warga lain yang juga terdampak.
Sejumlah tokoh masyarakat berharap pemerintah daerah maupun provinsi segera turun tangan memberikan solusi jangka panjang, seperti pelatihan kerja, bantuan usaha kecil, atau membuka lapangan kerja baru.
Hingga berita ini diturunkan, Pemkab Bogor belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut. Namun, masyarakat menegaskan, penutupan tambang seharusnya dibarengi dengan kehadiran negara untuk menjamin kelangsungan hidup mereka.




Komentar
Posting Komentar