Suara Rakyat Marindal: Usut Dugaan Mafia Tanah di PN Pakam

 Deli Serdang –

Puluhan warga dari Desa Marindal I, Pasar VII, Dusun I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, menggelar aksi demonstrasi damai di Jalan Mekatani, Kamis (13/11/2025). Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap dugaan praktik mafia tanah dan mafia peradilan yang disebut-sebut terjadi di wilayah mereka, khususnya terkait sengketa lahan yang sedang berproses di Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam.

Dengan membawa spanduk dan poster bertuliskan “Berantas Mafia Tanah dan Mafia Peradilan”, para demonstran menyerukan agar aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan dan Kepolisian, turun tangan menyelidiki dugaan penyimpangan yang mereka nilai telah merugikan masyarakat kecil.

“Kami datang ke sini untuk menyuarakan keadilan. Sudah terlalu lama warga Marindal menjadi korban ketidakadilan. Tanah kami yang kami tempati puluhan tahun tiba-tiba diakui pihak lain. Kami ingin aparat menindak tegas mafia tanah dan mafia peradilan yang bermain di balik kasus ini,” ujar salah satu perwakilan warga, Samsul Bahri, saat berorasi.

Warga juga menyoroti lambannya penanganan kasus sengketa tanah mereka yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat. Mereka menduga adanya oknum-oknum yang mempermainkan proses hukum di PN Lubuk Pakam demi kepentingan pihak tertentu.

Aksi berlangsung tertib dan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian sektor Patumbak. Para demonstran berharap suara mereka dapat didengar oleh pemerintah pusat dan lembaga terkait untuk menindaklanjuti laporan mereka secara serius.

“Kami bukan melawan hukum, kami hanya menuntut keadilan. Kami percaya negara ini masih punya hati untuk membela rakyat kecil,” tambah Nurhayati, salah satu peserta aksi.

Menanggapi aksi tersebut, pihak kepolisian menyatakan akan menampung aspirasi warga dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Pengadilan Negeri Lubuk Pakam belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan yang disampaikan warga.

Aksi ini menjadi simbol keresahan masyarakat atas maraknya kasus sengketa tanah di wilayah Deli Serdang, yang kerap menyeret nama oknum aparat maupun pejabat yang dituding bermain di balik layar.

Komentar

Postingan Populer